Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau yang lebih dikenal dengan PIK-R adalah suatu wadah kegiatan PKBR (Pusat Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
PIK Remaja sendiri merupakan bagian dari PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) yang kemudian oleh BKKBN dibagi menjadi dua yaitu: Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK Mahasiswa)
PIK Remaja sendiri adalah nama generik yang sengaja dibuat untuk menarik minat remaja datang ke Pusat Informasi dan Konsuling Remaja untuk berdiskusi serta sharing PKBR secara bersama-sama. Nama PIK bisa disesuaikan dengan lingkungan serta kehendak masing-masing sesuai kebutuhannya. PIK Remaja dalam penyebutannya bisa dikaitkan dengan tempat dan institusi pembinanya seperti PIK Remaja Sekolah, PIK Remaja Masjid, PIK remaja Pesantren atau bahkan mungkin PIK Kompasiana.
Adapun Tujuan umum dari PIK Remaja adalah untuk memberikan informasi PKBR, Pendewasaan Usia Perkawianan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling dan rujukan PKBR. Disamping itu, juga dikembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan kebutuhan remaja untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka tegar Keluarga guna mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.
Pengelola dan konselor sebaya
Melakukan pendekatan terhadap remaja kadang menimbulkan persoalan dengan susahnya remaja untuk terbuka dengan orang tua, mereka lebih gampang dan mudah menyampaikan semua persoalannya pada teman-temannya.
Teman yang baik dan memiliki keperibadian bagus tentulah akan menerima curahan remaja lainnya dengan dan memberi solusi yang baik, bagaimana bila sebaliknya.
Pengelolaan PIK-Remaja yang dikelola oleh dan untuk remaja sengaja dilakukan untuk menabrak sekat-sekat yang menghalangi terbukanya komunikasi seperti yang diutarakan di atas.
Pengelola/remaja yang mengelola PIK-Remaja tentu saja sebelumnya telah mendaptkan pendidikan dan pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Dimana pengelolanya tersebut terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya, dan Konselor Sebaya.
Dengan terlebih dahulu diberikan pendidikan diharapkan konselor sebaya memiliki kemampuan yang memenuhi syarat sebagai konselor sebaya, antara lain:
PIK Remaja juga harus mendapatkan pembinaan dari pihak lain sebagai pembinanya dengan kualifikasi serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, memberikan dukungan dan aktif membina PIK Remaja, baik yangberasal dari Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi kepemudaan/remaja lainnya, seperti:
Tahapan Pengembangan dan Pengelolaan
PIK-Remaja dikelola melalui 3 tahapan yaitu tahap TUMBUH, TEGAK dan TEGAR, dimana proses pengembangan dan pengelolaan masing-masing tahapan tersebut didasarkan pada ciri-ciri tahapan berikut ini:
1. PIK Remaja Tahap Tumbuh dengan materi dan isi pesan (assets)
2. PIK Remaja Tahap Tegak dengan materi dan isi pesan (assets):
3. PIK Remaja Tahap Tegar, dengan materi dan isi pesan (assets)
Program Genre dengan basis remaja ini perlu kita support penuh agar remaja kita tumbuh dan berkembang sesuai harapan kita semua, yang selanjutnya mereka kelak siap menggantikan generasi berikutnya dengan tujuan akhir adalah terciptanya Indonesia yang jaya yang diridoi Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/10/yuk-mengenal-pik-remaja-684461.html
Pengelola dan konselor sebaya
Melakukan pendekatan terhadap remaja kadang menimbulkan persoalan dengan susahnya remaja untuk terbuka dengan orang tua, mereka lebih gampang dan mudah menyampaikan semua persoalannya pada teman-temannya.
Teman yang baik dan memiliki keperibadian bagus tentulah akan menerima curahan remaja lainnya dengan dan memberi solusi yang baik, bagaimana bila sebaliknya.
Pengelolaan PIK-Remaja yang dikelola oleh dan untuk remaja sengaja dilakukan untuk menabrak sekat-sekat yang menghalangi terbukanya komunikasi seperti yang diutarakan di atas.
Pengelola/remaja yang mengelola PIK-Remaja tentu saja sebelumnya telah mendaptkan pendidikan dan pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Dimana pengelolanya tersebut terdiri dari Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya, dan Konselor Sebaya.
Dengan terlebih dahulu diberikan pendidikan diharapkan konselor sebaya memiliki kemampuan yang memenuhi syarat sebagai konselor sebaya, antara lain:
- Berpengalaman sebagai pendidik sebaya
- Mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk membantu klien
- Terbuka pada pendapat orang lain
- Menghargai dan menghormati klien
- Peka terhadap perasaan orang dan berempati
- Memiliki perasaan stabil dan kontrol diri yang kuat
- Mempunyai pengetahuan yang luas
- Memiliki keterampilan menciptakan suasana nyaman dan komunikasi interpersonal.
PIK Remaja juga harus mendapatkan pembinaan dari pihak lain sebagai pembinanya dengan kualifikasi serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, memberikan dukungan dan aktif membina PIK Remaja, baik yangberasal dari Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi kepemudaan/remaja lainnya, seperti:
- Pemerintah: kepala desa/lurah, camat, bupati, walikota, pimpinan SKPDKB
- Pimpinan LSM: pimpinan kelompok-kelompok organisasi masyarakat (seperti: pengurus masjid, partor, pendeta, pedande, bukisu) dan pimpinan kelompok dan organisasipemuda.
- Pimpinan media massa (surat kabar, majalah, radio, dan TV)
- Rektor/dekan, kepala SLTP, kepala SLTA, pimpinan pondok pesantren, komite sekolah.
- Orang tua, melalui Bina Keluarga Remaja (BKR), majlis ta’lim, program PKK.
- Pimpinan kelompok sebaya melalui program karang taruna, pramuka, remaja masjid/gereja/vihara.
PIK-Remaja dikelola melalui 3 tahapan yaitu tahap TUMBUH, TEGAK dan TEGAR, dimana proses pengembangan dan pengelolaan masing-masing tahapan tersebut didasarkan pada ciri-ciri tahapan berikut ini:
1. PIK Remaja Tahap Tumbuh dengan materi dan isi pesan (assets)
- Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan.
- Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan.
- Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi.
2. PIK Remaja Tahap Tegak dengan materi dan isi pesan (assets):
- Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
- Pendalaman materi Triad KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
- Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
- Keterampilan Hidup (Life Skills)
- Keterampilan advokasi
3. PIK Remaja Tahap Tegar, dengan materi dan isi pesan (assets)
- TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
- Pendalaman materi TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
- Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
- Keterampilan Hidup (Life Skills)
- Keterampilan advokasi
Program Genre dengan basis remaja ini perlu kita support penuh agar remaja kita tumbuh dan berkembang sesuai harapan kita semua, yang selanjutnya mereka kelak siap menggantikan generasi berikutnya dengan tujuan akhir adalah terciptanya Indonesia yang jaya yang diridoi Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/10/yuk-mengenal-pik-remaja-684461.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar